Mengenal Software Configuration Management (SCM)

Pernahkan anda melakukan update aplikasi atau software baik pada smartphone ataupun pada komputer? Tahukah anda, dibalik perangkat lunak yang berubah ada sebuah sub disiplin ilmu dalam Software Engineering yang disebut Sofware Configuration Management (SCM). Yang terbayang oleh pengguna perangkat lunak, mudah saja mengupdate software bahkan sampai sering bosan melakukannya namun ternyata proses dibalik itu penuh pertimbangan dan dikontrol dengan sedemikian rupa untuk memastikan kualitas software tetap baik.
SCM mencakup disiplin dan teknik menginisiasi/memulai, mengevaluasi, dan mengendalikan perubahan pada produk perangkat lunak selama dan setelah proses rekayasa perangkat lunak. Mengapa SCM ini diperlukan? Karena, suatu keniscayaan bahwa untuk dapat bertahan dan tetap eksis, software pasti akan melalui masa perubahan dimana perubahan dilakukan tidak hanya oleh satu orang saja. SCM sangatlah penting agar perubahan yang terjadi terkelola dengan baik serta biaya yang dikeluarkan terkendali.

Gambaran mudahnya seperti ini, jika anda mengubah tulisan pada buku milik anda sendiri dan yang mengubah hanya diri anda sendiri maka tidaklah perlu manajemen perubahan, sedangkan jika banyak orang yang melakukan perubahan pada sebuah buku, maka diperlukan proses manajemen, mulai dari perekaman siapa yang mengubah, latar belakang mengapa diubah, perubahan ada di halaman berapa serta perubahan yang dilakukan.

Perlu jadi catatan bahwa tidak hanya perubahan kode yang diatur dalam SCM, lalu apa saja? Semua yang berkaitan dari perangkat lunak, yang nantinya disebut configuration item dapat berupa kode, dokumen requirement, test-plan dan lain sebagainya.
Peran-peran dalam aktivitas SCM pada umumnya adalah Configuration Manager, Control Board Member, Developer dan Auditor. Meskipun begitu, tidak semua proyek pengembangan perangkat lunak menerapkan SCM dengan baik karena keterbatasan sumber daya dan minimnya pengetahuan tentang SCM yang menyebabkan perubahan menjadi tidak terkendali dan memakan biaya cukup besar.

 

*dari berbagai sumber

Posted in Artikel and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *