Metode Agile dalam Pengembangan Perangkat Lunak

Tahukah Kamu ?

Salah satu kunci utama kesuksesan sebuah startup teknologi adalah kualitas produk atau solusi yang dikembangkan. Kualitas produk perangkat lunak dapat tercipta melalui proses pengembangan perangkat lunak yang benar, yaitu dengan mengikuti kaidah rekayasa perangkat lunak yang ada. Apalagi bila kita bekerja dalam tim, maka sangat penting sekali untuk menentukan metodologi dan proses pengembangan perangkat lunak. Metodologi pengembangan perangkat lunak sendiri adalah sebuah metodologi yang digunakan untuk membuat struktur, rencana, dan kontrol pengerjaan suatu proyek, contoh : waterfall, fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, dan agile.

Pada masa yang serba digital saat ini banyak perusahaan startup yang menggunakan metode agile sebagai metodologi dalam pengembangan perangkat lunaknya. Metode Agile merupakan sebuah alternatif untuk manajemen proyek tradisional yang biasanya digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Banyak startup menggunakan metode ini dalam pengembangan produknya, alasan perusahaan-perusahaan IT tersebut banyak menerapkan metode agile dalam pengembangan perangkat lunaknya adalah sebagai berikut :

  1. Memerlukan waktu yang cepat untuk beradaptasi. Menggunakan mekanisme yang mudah dan terstruktur, membuat software engineer mudah untuk melanjutkan pengembangan software.
  2. Respon terhadap perubahan yang cepat. Dengan menggunakan metode pengembangan agile, apabila klien menginginkan adanya perubahan, maka akan dapat ditangani dengan cepat.
  3. Dokumentasi dari perangkat lunak rapi dan terstruktur. Membuat pengembang perangkat lunak (software developer) menjadi mudah apabila ingin melanjutkan pengerjaan perangkat lunak yang telah dibuat, atau membuat perangkat lunak baru yang memiliki fungsi yang sama.
  4. Pengerjaan perangkat lunak dilakukan dengan membuat tim-tim kecil sehingga dapat selesai dalam waktu singkat. Tim-tim kecil ini melakukan tugasnya masing-masing, serta dapat mengevaluasi pengerjaan rekannya apabila ada yang salah.
  5. Berkolaborasi dengan klien dalam pembuatan perangkat lunak. Salah satu ciri dari metode agile adalah klien menjadi bagian dari tim pengembangan perangkat lunak. Karena fungsi-fungsi dari perangkat lunak yang dikembangkan harus terus menerus dibicarakan dan diimprovisasi disesuaikan dengan keinginan klien.

Bagi anda yang tertarik ingin belajar tentang metode agile lebih dalam, maka bergabunglah ke Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (S1 Software Engineering) ST3 Telkom Purwokerto. Pembelajaran lebih dalam mengenai penerapan metode agile dalam pengembangan perangkat lunak bisa Anda dapatkan di S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto. Anda akan mempelajari cara melakukan perencanaan, implementasi, pengujian, dokumentasi, dan pemeliharaan perangkat lunak mengacu pada metode agile.

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.

Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

 

Posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *