software engineering IT Telkom Purwokerto

Versi, Revisi dan Rilis pada Perangkat Lunak

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas secara singkat mengenai Software Configuration Management (SCM), untuk bahasan kali ini masih terkait erat tentang SCM yaitu tentang beberapa istilah di dalamnya. Banyak sekali kita jumpai nama-nama software yang memiliki nomor, betul tidak? Salah satu software yang memiliki perjalanan panjang perubahan adalah sistem operasi Android.

Pernahkah terbersit rasa penasaran apa maksud angka-angka dibalik nama versi yang membuat penggunanya selalu menelan ludah tersebut? Bahkan kadangkala pengguna tidak terlalu familiar dengan nomornya, hanya ingat dengan namanya saja. Dalam SCM dikenal istilah versi, revisi dan rilis yang biasanya menyertai perubahan yang terjadi pada sebuah software. Secara umum definisi ketiganya adalah sebagai berikut.

Versi

Hasil perubahan dari sebuah software dengan perubahan yang cukup signifikan . Analoginya, iPhone 6 akan memiliki tampilan yang jauh lebih baik dari iPhone 5 seperti body lebih tipis dan layar yang lebih lebar, begitu juga dalam konteks software, yang menandakan versi X+1 akan menjadi lebih baik. Perubahan yang dapat dijadikan acuan merubah versi seperti menambahkan fitur, mengubah tampilan, penggunaan teknologi yang lebih baru dan lain sebagainya.

Revisi

Revisi juga merupakan hasil perubahan dari software namun sifatnya tidak signifikan, contohnya memperbaiki bug yang ditemukan. Kembali ke analogi iPhone 6 tadi, bayangkan bahwa beberapa minggu setelah Apple mengeluarkan iPhone 6 ke publik, ditemukan cacat desain yang dapat diperbaiki dengan sedikit perubahan pada produk. Apple membuat perubahan pada spesifikasi desain untuk ponsel mereka, dan pelanggan selanjutnya menerima iPhone 6 sudah diperbaiki. Biasanya nomor revisi ini menyertai nomor versi contoh 6.1 berarti versi 6 revisi pertama.

Rilis

Rilis merupakan versi yang disetujui dan secara resmi didistribusikan pada pengguna, jadi belum tentu perubahan versi itu didistribusikan ya! Seringkali dibutuhkan mereproduksi beberapa versi sebelumnya dari produk yang telah diberikan kepada pelanggan. Biasanya satu versi dari sebuah software memiliki tanggal resmi rilisnya. Contohnya Android Oreo 8.0 tanggal rilis 21 Agustus 2017  dan Android Nougat 7.0  tanggal rilis 22 Agustus 2016. Hal yang sangat mungkin terjadi adalah sebuah software sudah memiliki versi baru namun belum dirilis atau dapat disebut pre-release yang beberapa produsen memberikan tambahan penamaan “beta”, “alpha” , “–rc” dan penamaan lainnya.

Penamaan dengan menggunakan format nomor pada perangkat lunak memiliki banyak skema, namun format yang cukup umum adalah seperti ini.

Perlu diperhatikan bahwa penomoran semacam ini tidak ada standar ataupun acuan resmi sehingga produsen software dapat merumuskan skema mereka sendiri meskipun banyak juga yang menggunakan format umum. Lalu bagaimana arti penomoran versi pada Android?

Penomoran versi Android menggunakan metode penulisan pada gambar di atas yang disebut Semantic Versioning. Major adalah ketika ada perubahan API maupun penambahan fitur yang tidak compatible dengan versi yang sebelumnya. Minor adalah ketika terdapat penambahan fitur atau fungsionalitas yang masih compatible jika dikembangkan pada versi yang sebelumnya. Sedangkan patch adalah perbaikan bug yang hasil perbaikannya masih compatible dengan versi sebelumnya.

Lalu apa manfaatnya penomoran ini? Seperti yang dibahas sebelumnya SCM  bertujuan untuk menjaga agar perubahan yang terjadi terkelola dengan baik serta biaya yang dikeluarkan terkendali. Versioning pada penamaan membuat rekam jejak perangkat lunak beserta perubahan, alasan perubahan, komponen yang diubah dan informasi lainnya terdokumentasi dan terkontrol dengan baik.

 

*) dari berbagai sumber yang disarikan penulis

Posted in Artikel and tagged , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *